Mencari Sosok Teladan
Foto :

BOLEH jadi kini tidak mudah mencari sosok yang bisa dijadikan teladan. Dalam keseharian keteladanan itu bisa dari contoh perilaku pemimpin kepada rakyatnya, atasan kepada bawahannya, orang tua kepada anaknya, guru pada muridnya. 

Bagaimana mungkin  murid akan mematuhi anjuran gurunya agar tidak merokok manakala guru sendiri merokok di depan murid-muridnya.

Bagaimana mungkin  seorang pemimpin menganjurkan agar tidak melanggar aturan, tidak korupsi, tidak maling, berbuat adil agar dipatuhi rakyatnya manakala pemimpin itu sendiri sering melanggar aturan dan tidak adil. 

Bagaimana mungkin anak mau menuruti orang tuanya agar berbicara santun, tidak menghardik manakala orang tuanya sendiri berbicara dan berperilaku tidak santun.

Secara psikologis manusia memerlukan tokoh teladan dalam hidupnya. Meniru adalah satu sifat pembawaan manusia yang berakhlak dan berbudi pekerti luhur.

Sejak Balita manusia telah mempunyai keinginan meniru perilaku orang-orang dewasa terdekat terutama ayah bundanya. 

Manakala telah lebih dewasa meniru orang terkenal, meniru tokoh masyarakat, ulama, pemimpin, orang yang disukai, artis idolanya, dan orang-orang yang berperilaku menarik lainnya.

Rasulullah adalah satu-satunya teladan terbaik dimuka bumi. Rasulullah diutus untuk memperbaiki akhlak, perilaku, moral manusia.

Allah berfirman:”Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS Al-Ahzab: 21).

Allah telah memberikan pujian atas akhlak yang dimiliki Rasulullah. “Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS. Al-Qalam: 4).

Rasulullah juga orang yang sangat tegas. Beliau benar-benar tegas membedakan mana yang baik dan yang buruk, yang halal dan yang haram. Beliau juga tegas membedakan mana kawan dan mana lawan.

Rasulullah menjadi teladan karena perilaku Rasulullah senantiasa dalam bimbingan dan petunjuk dari Allah.

Wallohu a’lambishshawab.

(H Nuchasin M Soleh)