Tak Ada Makhluk yang Sia-sia
Foto :

SEORANG muslim yang baik tidak akan melakukan hal-hal yang sia-sia melainkan yang bermanfaat dalam hidupnya baik perkataan maupun perbuatannya untuk kepentingan didunia maupun di ahirat. 

“Di antara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah). 

Allah menciptakan cacing tanah yang terlihat menjijikkan itu ternyata juga bermanfaat menggemburkan tanah sehingga akar bisa menghisap makanan dan air.

Ada kumbang yang ditakuti karena sengatannya itu juga bermanfaat dapat memindahkan sari bunga pada putik bunga lainnya yang kemudian menjadi buah. Virus dan bakteri juga dijadikan bahan penyelidikan dalam ilmu kedokteran dan kesehatan.  

Allah juga menciptakan belatung yang kebanyakan orang jijik melihatnya sering bisa dijumpai pada bangkai busuk binatang atau sisa sampah yang membusuk ternyata juga tidak sia-sia. Makhluk ini juga bisa dimanfaatkan sebagai salah satu media dalam penyelidikan forensik penyebab dari mayat korban pembunuhan, korban kekerasan atau korban karena sebab lainnya.

Allah menciptakan manusia tidak hanya sekedar untuk hidup, menghabiskan waktu untuk bersenang-senang, makan, minum, bekerja, dan lainnya kemudian meninggal dan selesai begitu saja.


Manusia diciptakan Allah tidak dibiarkan begitu saja melainkan menjalani perintah, larangan serta syariat aturan  lainnya yang harus dijalani manusia.

Ketika manusia meninggal dunia kemudian dikubur menjalani proses alam barzah, selanjutnya menjalani proses berikutnya saat dibangkitkannya kembali seluruh manusia dari kematiannya untuk menghadapi pengadilan akhir dihadapan Allah yang menentukan ke surga atau neraka.  

Allah berfirman: “Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (QS Al Mukminun:115). 

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.”(QS Adz Dzariyat:56).

Buya Yahya pernah mengatakan meski mengerjakan berbagai amalan itu baik dan dianjurkan, namun bisa menjadi sia-sia karena tidak ikhlas tergoda oleh setan.

Ada tiga syarat penting lagi agung yang perlu diketahui oleh setiap hamba agar amalnya diterima Allah yakni Iman Kepada Allah dengan Men-tauhid-Nya yang dikenal dengan Rukun IJanganman 6 perkara, beramal dengan iklas karena Allah dan beramal seuai dengan  tuntunan yang diajarkan oleh Rasulullah, "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal sholeh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal.” (QS. Al-Kahfi:107).

Wallohu a’lambishshawab.

(Nuchasin M Soleh)