Ditangkap Satgas Nemangkawi, Magayang Terlibat Pembunuhan  Staf KPU Yahukimo
Foto : Ilustrasi (pixabay)

JAKARTA - Temianus Magayang yang ditangkap Satgas Nemangkawi di Distrik Dekai, Yuhukimo, diketahui terlibat kasus pembunuhan staf KPU Yahukimo, Hendrik Jovinski.

Aggota KKB Papua yang ditangkap hari ini, Sabtu (27/11/2021), ini adalah juga anggota KNPB militan. Ia kini ditahan di Polres Yahukimo di Dekai.

"Selain terlibat dalam pembunuhan staf KPU Yahukimo pada 11 Agustus 2020 lalu, Temianus Magayang juga terlibat berbagai aksi kekerasan yang terjadi di sekitar Kabupaten Yahukimo," kata Direktur Kriminal Umum Polda Papua, Komisaris Besar Polisi Faizal Rahmadani, di Jayapura, dilaporkan Antara, Sabtu (27/11/2021).

Dia mengatakan, Magayang termasuk dalam salah satu anggota kelompok bersenjata yang dicari-cari. Namanya masuk dalam daftar pencarian orang Polres Yahukimo. 

Dari laporan yang diterima, Magayang terlibat dalam 12 aksi kekerasan hingga menewaskan masyarakat. Termasuk Sayib yang dibunuh pada 20 Agustus 2020.

"Temianus Magayang juga terlibat penembakan dan pembunuhan dua personel Batalion Infantri Lintas Udara 432 Kostrad serta merampas senpi yang dibawa korban, kasus pembunuhan karyawan PT Indo Papua pada 22 Agustus lalu dan kontak tembak dengan aparat gabungan dari Satuan Tugas Nemangkawi dan Polres Yahukimo," katanya. 

Sementara itu, dua anggota kelompok bersenjata yang termasuk ke dalam rombongan 20 tersangka diserahkan Polres Yahukimo kepada Kejaksaan Negeri Jayawijaya, di Wamena, Papua.

Dua anggota kelompok bersenjata itu adalah anak buah Tendius Gwijangge, yaitu Yaluk Heluka dan Yentinus Kogoya alias Kumis Kogoya, yang terlibat kasus amunisi dan pembunuhan terhadap warga pendatang di Kampung Bingki, Seradala.

Sedangkan 18 orang lain terkait kasus kriminal yang terjadi di Polres Yahukimo termasuk pembakaran Hotel Nuri.

Semua tersangka itu sudah diserahkan Jumat (26/11/2021) kemarin, setelah sebelumnya diterbangkan dari Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura. Mereka sebelumya ditangkap di berbagai lokasi dan diterbangkan ke Jayapura guna memudahkan pemeriksaan karena dibantu penyidik dari Reskrimum Polda Papua.

"Setelah dinyatakan lengkap mereka kembali diterbangkan ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya, untuk diserahkan ke Kejaksaan Negeri Jayawijaya guna diproses lebih lanjut," kata Rahmadani.
 (*/yp)