Diungkap PBNU Islam Haramkan Suami Paksa Istri 
Foto : Sekretaris Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Lakpesdam PBNU) KH Marzuki Wahid

Jakarta, HanTer - Sekretaris Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Lakpesdam PBNU) KH Marzuki Wahid menyebutkan, Islam melarang suami memaksa istri untuk berhubungan badan karena dinilai tidak Ma'ruf atau baik. 

"Karena dalam Islam itu hubungan badan itu harus dengan kemarufan harus saling memberikan kesenangan. Karena hubungan (badan) suami istri untuk saling memberikan kesenangan ini enggak boleh ada pemaksaan dalam bentuk apapun," ujarnya saat diskusi yang bertema 'Stop Kekerasan Seksual' yang digelar di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (26/11/2021). 

Karenanya, ia sepakat kalau dalam Rancangan Undang-undang (RUU) Pencegahan Kekerasan Seksual (PKS) pemaksaan hubungan badan yang dilakukan suami terhadap istri ataupun sebaliknya menjadi delik pidana aduan. "Agar jangan kita mentang-mentang berstatus suami istri kita melakukan pemaksaan dan kalau ada suami atau istri melakukan pemaksaan (berhubungan badan) pasti tidak akan bahagia," tutur Marzuki. 

Namun demikian, Marzuki tidak membantah kalau RUU ini berlaku bakal menambah pelanggan prostitusi. "Karena yang namanya produk Undang-undang ini kan tidak ada yang sempurna. Dan untuk persoalan perzinaan sendiri tentu tidak bisa diatur dengan UU melainkan dengan UU lain," jelasnya.

Ia juga menegaskan, bahwa sebetulnya ada fatwa dari Kongres Ulama Perempuan Indonesia atau KUPI yang menyebutkan bahwa hukum kekerasan seksual dalam segala bentuknya  adalah haram. "Baik dilakukan di luar maupun di dalam perkawinan karena bertentangan dengan ajaran Islam," pungkasnya.