Terkait Borong Saham Rp92,2 Miliar, Pengamat Nilai Audit Harta Kekayaan Anak Jokowi Penting
Foto :

Jakarta, HanTer - Aksi borong saham PT Panca Mitra Multiperdana Tbk senilai Rp92,2miliar yang dilakukan Kaesang Pangarep pada Rabu (10/11/2021) membuat sebagian publik tercengang dan bertanya-tanya sumber kapital putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu.

Pengamat hukum dari Universitas Nasional (Unas) Dr Ismail Rumadan mengatakan, audit terhadap harta Kaesang menjadi penting untuk memastikan sumber dana pembelian saham senilai Rp92,2 miliar tersebut. Audit itu juga untuk menjawab berbagai kecurigaan dan dugaan masyarakat terhadap besarnya dana yang digelontorkan anak Presiden terbut umtuk memborong saham PT Panca Mitra Multiperdana Tbk.

"Sebab logika publik tentu tidak dapat menerima besaran transaksi saham yang dilakukan oleh Kaesang, dengan melihat latar belakang atau track record usaha Kaesang selama ini bisa-biasa saja. tapi kok tiba-tiba mendadak kaya," jelasnya.

Ismail berharap pihak yang berwenang dalam melakukan audit untuk bertindak cepat dan tegas.  Audit dilakukan agar memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat secara terbuka terkait status dana yamg digunakan dalam memborong saham tersebut. 

Ismail mengakui, saat ini hukum di Indonesia menjadi runyam. Apalagi saat ini MK juga memutuskan, agar Pemerintah dan DPR memperbaiki UU Cipta Kerja. "Ini putusan menambah runyam juga," tandasnya. 

Sementara itu, Koordinator Center for Budget Analysis (CBA) Jajang Nurjaman kepada Harian Terbit, Selasa (23/11/2021), mengatakan, agar lebih terang benderang pihak berwenang seperti Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) perlu menelusuri sumber dana investasi Kaesang senilai Rp92,24 miliar.

Jajang mengemukakan, harta kekayaan Kaesang sebagai putra Presiden juga perlu diaudit. “Jangan sampai duit haram mengalir bebas ke kantong anak presiden dan mempengaruhi kebijakan Presiden Joko Widodo," paparnya kepada Harian Terbit, Selasa (23/11/2021).

Menurut Jajang, sumber kekayaan Kaesang diduga karena statusnya sebagai anak Presiden. Hal ini tidak bisa dipungkiri, dari nama-nama besar dan tajir di lingkaran perusahaan yang dimiliki Kaesang.